Pontianak hardcore band War For Wolf profile
Friday, July 29, 2016
HELLSTATION - Pada tahun 2014 lalu tepatnya pada tanggal 7 Oktober sebuah band bernama War For Wolf berdiri. Dikumpulkan beberapa anak-anak Maxtor untuk ikut bergabung kedalam band yang di dirikan oleh Dwiki yang sebelumnya adalah drummer dari band genre slamming death metal bernama Arminator. Karna ada masalah di band tersebut, beliau memustukan untuk mengundurkan diri dari Arminator.
Ingin menambah pengalaman, sang pendiri mencoba belajar gitar dari Jecko (Maxtor). Setelah bisa bermain gitar, disitulah keinginan besar untuk mendirikan sebuah band bergenre hardcore muncul dari diri Dwiki. Nama band sebelumnya Danger Weapon dengan formasi Iky (Vocal), Dwiki (Gitar), Ilham (Bass), dan Aldi (Drum). Belum sampai ke stage pertamanya, Aldi mengundurkan diri dengan alasan fokus sekolah. Setelah itu datanglah Dedi untuk menggantikannya. Setelah beberapa sesi latihan, Ilham menjadi yang kedua mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus dengan pekerjaannya. Tak lama Dedi yang baru saja masuk juga ikut mengundurkan diri dengan alasan yang kurang jelas.
Untuk mendirikan band yang kokoh memanglah tak mudah. Sebagai pendiri, Dwiki terus berusaha mencari pengganti untuk mengisi kekosongan formasi dalam bandnya. Semangat yang tak putus asa berhasil menarik Dede dan Try untuk bergabung. Semua personil dikumpulkan untuk membicarakan band yang sebelumnya blablabla. Dari perbincangan itu Danger Weapon diubah menjadi Strike Back.
Sangat disayangkan mereka gagal beraksi di gigs pertama, Iky yang sebelumnya sepakat untuk on stage pertama di Ngabang keluar tanpa alasan. Setelah itu Lira atau yang biasa dikenal sebagai vokalis Breakdown masuk untuk menggantikan Iky.
Setelah beberapa sesi latihan juga Lira memustukan diri untuk keluar dari band. Lalu Iky yang sebelumnya keluar kembali untuk mengisi kekosongan pada vocal. Setelah itu perbincangan mulai mereka adakan lagi, karna nama Strike Back sudah ada yang menggunakan, maka nama itu diubah menjadi War For Wolf seperti yang kita ketahui saat ini.
Sebelum menginjak gigs pertama, mereka sepakat untuk mengeluarkan E.P album berjudul Rising Bravery yang mereka kerjakan di Maxtor Record. Setelah menghajar gigs pertamanya di Pontianak, Arif bergabung untuk menggantikan Drummer yang sebelumnya. Akhirnya formasi mereka terisi penuh dengan line-up: Iky (Vocal), Dwiki (Gitar), Dede (Gitar), Try (Bass), dan Arif (Drum).
Setelah menghajar beberapa gigs di kota Pontianak, Arif pun mulai bosan hingga mengundurkan diri dari band. Dari situ War For Wolf mulai menggunakan additional drummer mulai dari Rizky (Stride Line), Rufinus (Outlander), dan Jecko (Maxtor/Mandau). Sampai sekarang formasi empat di tambah additional masih tetap utuh.
-------------------------------------
Instagram: @WFWHC_OFFICIAL
Facebook: War For Wolf HC
-------------------------------------
Ingin menambah pengalaman, sang pendiri mencoba belajar gitar dari Jecko (Maxtor). Setelah bisa bermain gitar, disitulah keinginan besar untuk mendirikan sebuah band bergenre hardcore muncul dari diri Dwiki. Nama band sebelumnya Danger Weapon dengan formasi Iky (Vocal), Dwiki (Gitar), Ilham (Bass), dan Aldi (Drum). Belum sampai ke stage pertamanya, Aldi mengundurkan diri dengan alasan fokus sekolah. Setelah itu datanglah Dedi untuk menggantikannya. Setelah beberapa sesi latihan, Ilham menjadi yang kedua mengundurkan diri dengan alasan ingin fokus dengan pekerjaannya. Tak lama Dedi yang baru saja masuk juga ikut mengundurkan diri dengan alasan yang kurang jelas.
Untuk mendirikan band yang kokoh memanglah tak mudah. Sebagai pendiri, Dwiki terus berusaha mencari pengganti untuk mengisi kekosongan formasi dalam bandnya. Semangat yang tak putus asa berhasil menarik Dede dan Try untuk bergabung. Semua personil dikumpulkan untuk membicarakan band yang sebelumnya blablabla. Dari perbincangan itu Danger Weapon diubah menjadi Strike Back.
Sangat disayangkan mereka gagal beraksi di gigs pertama, Iky yang sebelumnya sepakat untuk on stage pertama di Ngabang keluar tanpa alasan. Setelah itu Lira atau yang biasa dikenal sebagai vokalis Breakdown masuk untuk menggantikan Iky.
Setelah beberapa sesi latihan juga Lira memustukan diri untuk keluar dari band. Lalu Iky yang sebelumnya keluar kembali untuk mengisi kekosongan pada vocal. Setelah itu perbincangan mulai mereka adakan lagi, karna nama Strike Back sudah ada yang menggunakan, maka nama itu diubah menjadi War For Wolf seperti yang kita ketahui saat ini.
Sebelum menginjak gigs pertama, mereka sepakat untuk mengeluarkan E.P album berjudul Rising Bravery yang mereka kerjakan di Maxtor Record. Setelah menghajar gigs pertamanya di Pontianak, Arif bergabung untuk menggantikan Drummer yang sebelumnya. Akhirnya formasi mereka terisi penuh dengan line-up: Iky (Vocal), Dwiki (Gitar), Dede (Gitar), Try (Bass), dan Arif (Drum).
Setelah menghajar beberapa gigs di kota Pontianak, Arif pun mulai bosan hingga mengundurkan diri dari band. Dari situ War For Wolf mulai menggunakan additional drummer mulai dari Rizky (Stride Line), Rufinus (Outlander), dan Jecko (Maxtor/Mandau). Sampai sekarang formasi empat di tambah additional masih tetap utuh.
-------------------------------------
Instagram: @WFWHC_OFFICIAL
Facebook: War For Wolf HC
-------------------------------------
